menentukanarea-area warna kulit mana yang merupakan wajah [14,15]. Selanjutnya, hasil dari tahap deteksi kulit akan di-crop otomatis menjadi citra-citra baru. Citra dengan area warna kulit tersebut yang akan dicocokan dengan template yang telah disiapkan. Seperti yang terlihat pada gambar 14. Gambar 14. Hasil proses cropping DownloadFree Lapisan Kulit Yang Memberikan Warna Pada Kulit Manusia Adalah These music downloads are accessible from the web site but You can even pay attention on your Android or iOS machine by way of the Spinrilla mobile application. Darahbisa berubah warna, tetapi tetap akan berwarna merah. Darah yang baru saja diisi oksigen saat mengalir melalui paru-paru dan jantung terlihat berwarna merah cerah, catat Lichtin. Kemudian, jantung memompa darah yang kaya oksigen ini ke seluruh tubuh kita. Ketika darah di pembuluh arteri mengalir melalui sistem peredaran darah, tubuh akan OtherApps. - August 11, 2015. Membuat warna kulit ,melukis manusia,menggambar manusia Selamat sore , pelajaran awal melukis dengan menggunakan cat adalah melukis manusia ,saya selalu tertarik dengan obyek manusia karena menurut saya kalau bisa mengambar manusia maka menggambar hal yang lain jadi lebih mudah belajarnya ,tentu saja ini hanya DataJenis Penyakit Kulit Tabel 1. Penyakit Kulit Manusia No. Kode Penyakit Nama Penyakit 1. P01 Jerawat 2. P02 Bisul 3. P03 Campak 4. P0\4 Ketombe 5. P05 Sariawan 6. P06 Herpes 7. P07 Kudis 8. P08 Impetigo 9. P09 Lepra 10. P010 Keloid 11. P011 Hemangioma 12. P012 Vitiligo 13. P013 Hypohidrosis Data Jenis Gejala Kulit Tabel 2. Gejala Kulit Manusia KodeNama Gejala G01 Kulit terasa gatal dan bertambah gatal saat berkeringat G02 Ada rasa sedikit nyeri G03 Ada rasa nyeri G04 Ditutupi skuama (sisik) halus G05 Ditutupi skuama (sisik) kasar G06 Terdapat luka-luka kecil pada gejala awal atau gigitan serangga G07 Terdapat makula (perubahan warna kulit tanpa perubahan bentuk) atGK. Menurut World Health Organization, sekitar kasus kematian setiap tahunnya disebabkan oleh luka karena terbakar. Sebanyak 96% luka akibat kebakaran yang fatal terjadi di negara-negara berpendapatan sedang dan rendah. Pada umumnya, wanita lebih rentan mengalami luka terbakar karena sering melakukan kegiatan rumah tangga, terutama memasak. Anak-anak juga berisiko terkena luka bakar karena cenderung ceroboh dan memiliki rasa ingin tahu pada objek yang mudah terbakar. Derajat luka bakar Berdasarkan tingkat keparahannya, luka bakar terbagi menjadi beberapa klasifikasi yang berbeda. Berikut adalah derajat luka bakar yang dijabarkan ringkas 1. Derajat pertama Kategori derajat pertama ini disebut juga sebagai luka bakar superfisial. Luka pada derajat pertama hanya memengaruhi bagian terluar lapisan kulit atau epidermis. Jenis luka ini biasanya bisa sembuh lebih cepat dan tidak meninggalkan kerusakan jangka panjang. Luka derajat pertama ditandai dengan kulit yang kemerahan dan sedikit rasa nyeri. Contoh luka bakar derajat pertama yang paling umum ditemukan adalah sunburn atau terbakar matahari. 2. Derajat kedua Berbeda dengan derajat pertama, luka bakar derajat kedua dibedakan menjadi superfisial dan dalam. Kulit akan menunjukkan warna merah terang, melepuh, bengkak, dan mengkilap atau basah. Luka derajat kedua ini umumnya terasa sakit ketika disentuh. Ini karena luka sudah mengenai lapisan epidermis dan lapisan dermis atas, yaitu lapisan kulit di bawah epidermis. Sementara luka derajat dua dalam punya ciri yakni kulit kering, pucat, dan memutih saat ditekan. Pada derajat ini, luka telah menjalar ke lapisan epidermis dan sebagian lapisan dermis. Dalam beberapa kasus yang lebih parah, luka bakar derajat dua akan meninggalkan bekas dan perubahan warna kulit yang bersifat permanen. 3. Derajat ketiga Luka derajat ketiga merusak lapisan epidermis dan dermis sepenuhnya. Jenis luka ini juga dapat mengenai jaringan subkutan, yakni lapisan kulit yang paling dalam. Tampilan luka tidak lagi berwarna merah, tetapi akan tampak cokelat, putih, kuning, atau terlihat hangus. Luka pada derajat ini pun tidak terasa sakit saat disentuh karena telah merusak saraf bagian kulit yang terdampak. 4. Derajat keempat Ini adalah derajat yang paling parah dan berpotensi membahayakan nyawa sehingga membutuhkan pertolongan pertama yang tepat. Pada tingkatan ini, seluruh lapisan kulit telah rusak dan mencapai tulang serta otot Anda. Derajat luka terkadang dapat berubah apabila luka menyebar hingga ke bagian terdalam kulit. Luka yang serius dapat mengakibatkan komplikasi, seperti infeksi tulang dan masalah pada sendi. Tanda dan gejala luka bakar Anda mungkin pernah melihat atau mengalami luka karena terbakar sebelumnya, misalnya akibat kegiatan memasak atau memperbaiki mobil. Tergantung pada tingkatan luka, gejala yang muncul mungkin berbeda. Umumnya, tanda-tanda dan gejala luka bakar adalah sebagai berikut kulit kemerahan, rasa sakit di area luka, lecet, luka membengkak, kulit mengelupas, luka melepuh, serta perubahan warna kulit menjadi putih, coklat, kuning, atau hitam. Kemungkinan ada tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika luka Anda lebih parah dan menyebabkan rasa sakit yang tidak wajar, segeralah pergi ke dokter untuk diobati. Kapan harus periksa ke dokter karena luka bakar? Untuk luka bakar derajat pertama, biasanya Anda dapat menanganinya sendiri dengan pengobatan rumahan. Namun, apabila Anda telah mengalami gejala-gejala yang serius seperti di bawah ini, Anda harus segera pergi ke dokter Luka di tangan, kaki, wajah, pangkal paha, pantat, dan hampir di seluruh tubuh. Luka yang dalam atau derajat tinggi. Pelepuhan tidak sembuh dalam 2 minggu. Luka menyebabkan kulit terlihat mengelupas. Sakit tidak kunjung hilang. Luka terlihat seperti noda hitam, coklat, atau putih. Kesulitan berpanas. Luka akibat zat kimia atau setrum listrik. Tubuh masing-masing orang menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan derajat luka Anda, selalu konsultasikan dengan dokter. Penyebab luka bakar Kondisi rusaknya jaringan lapisan kulit dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti panas, paparan radiasi, zat kimia, atau kontak dengan aliran listrik. Penyebab luka bakar yang paling umum adalah kontak langsung dengan api, yang biasanya terjadi pada peristiwa kebakaran. Berikut adalah penjelasan mengenai beberapa penyebab luka bakar 1. Gesekan Apabila benda yang kasar, panas, dan keras menggesek kulit Anda, Anda akan mengalami luka bakar friction atau gesekan. Biasanya, luka ini dialami oleh orang yang mengalami kecelakaan, seperti terjatuh dari motor atau sepeda. 2. Frostbite Frostbite terjadi ketika kulit terkena kontak langsung dengan benda atau berada pada tempat yang bersuhu sangat dingin dalam jangka waktu yang lama. 3. Menyentuh langsung objek yang panas Kulit yang terkena air panas, api, atau metal dapat menimbulkan luka. Udara atau asap yang terlalu panas juga dapat menyebabkan luka pada kulit muncul. 4. Paparan radiasi Luka ini terjadi akibat paparan radiasi atau sinar ultraviolet matahari yang terlalu lama. Penyebab utamanya adalah sinar matahari dan sinar X-ray. 5. Zat kimia yang memicu luka bakar Seringnya, zat kimia yang dapat menyebabkan luka bakar adalah cairan dengan asam atau basa yang kuat seperti asam hydrochloric atau natrium hidroksida. Paparan dengan zat ini bisa terjadi di rumah, sekolah, atau tempat bekerja. Bahan kimia lain yang juga dapat menimbulkan luka karena terbakar di antaranya adalah asam baterai mobil, zat pemutih dan pembersih, serta amonia. Mengobati luka bakar dari zat kimia memang harus segera dilakukan. 6. Sengatan arus listrik Apabila Anda menyentuh aliran listrik atau kesetrum, lapisan kulit Anda akan mengalami kerusakan dan terluka. Faktor risiko luka bakar Luka bakar adalah kondisi yang dapat terjadi pada setiap orang dari berbagai golongan usia. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi ini. Memiliki satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda dipastikan akan mengalami luka ini. Dalam beberapa kasus, orang-orang yang menderita kondisi ini tidak memiliki faktor risiko apapun. Di bawah ini adalah berbagai faktor risiko yang dapat memicu terjadinya kondisi luka bakar 1. Usia Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar dengan benda-benda di sekitarnya, termasuk yang mudah terbakar. Atas dasar alasan ini, anak-anak membutuhkan perhatian khusus agar tidak terjadi kecelakaan. 2. Tinggal di rumah tanpa detektor asap Kebakaran lebih sulit dicegah pada tempat-tempat yang tidak memiliki detektor asap. 3. Merokok Bila tidak berhati-hati, luka ini bisa timbul akibat tersundut putung rokok atau saat menyalakan korek. Hal ini juga sangat berbahaya bila dilakukan di tempat yang mudah terbakar. 4. Menggunakan microwave Penggunaan microwave yang tidak mengikuti anjuran atau aturan masak pada label makanan berpotensi menyebabkan kebakaran. 5. Bekerja dengan benda sumber panas atau kabel listrik Berkutat dengan besi, metal, dan kabel listrik meningkatkan risiko Anda mengalami luka akibat terbakar. 6. Penyimpanan benda mudah terbakar yang tidak tepat Benda seperti korek gas, hairspray, atau deodoran harus disimpan di tempat yang jauh dari jangkauan api. Bila tidak, hal ini berisiko memicu timbulnya percikan api. 7. Menggunakan kompor Sering melakukan kegiatan di dapur seperti memasak dengan kompor atau memasang gas meningkatkan peluang Anda terluka. Komplikasi luka bakar Dibandingkan dengan luka derajat pertama dan kedua, derajat ketiga lebih berpotensi menimbulkan terjadinya komplikasi. Dalam kasus yang parah, komplikasi pun dapat berujung pada kematian. Berikut adalah berbagai komplikasi yang mungkin terjadi apabila luka bakar tidak ditangani sesegera mungkin infeksi bakteri, kehilangan banyak cairan atau hipovolemia, syok, tetanus, sepsis, hipotermia pada luka akibat udara terlalu dingin, masalah pernapasan akibat asap atau udara yang terlalu panas, edema atau penumpukan cairan pada bagian tertentu tubuh, dan masalah tulang dan sendi. Pemeriksaan luka bakar Pada saat pemeriksaan, dokter akan melihat seperti apa luka karena terbakar yang timbul pada kulit Anda. Selanjutnya, dokter menentukan seberapa parah kondisi Anda dengan mengetahui persentase total permukaan tubuh yang terluka. Secara umum, area kulit yang ada di sekitar telapak tangan Anda adalah 1 persen dari total luas permukaan tubuh Anda. Jika area kulit tubuh yang terluka mencapai 25% dari total daerah tubuh, luka yang Anda derita tergolong parah. Setelah itu, dokter mungkin akan melakukan tes lainnya untuk menentukan apakah luka telah memengaruhi bagian lain dari tubuh Anda atau tidak. Pengobatan luka bakar Luka yang tergolong ringan dapat diobati di rumah. Kondisi tersebut akan segera sembuh dalam beberapa minggu. Meski demikian, Anda tetap harus melakukan penanganan luka bakar dengan cara sebagai berikut Bilas kulit yang terluka di bawah air dingin yang mengalir sedikitnya selama lima menit, bisa juga dengan kompres menggunakan handuk dingin. Jangan menggunakan air es. Setelah kulit mendingin, oleskan dengan losion atau pelembab berbahan aloe vera atau obat luka bakar alami lainnya. Salep antibiotik seperti bacitracin atau sulfadiazine juga dapat digunakan untuk membantu mempercepat penyembuhan dan mencegah infeksi. Tutupi luka dengan perban kering bersih. Hindari menutup luka terlalu kencang agar tidak menekan area yang luka. Berbeda halnya jika luka bakar lebih serius, luka tentu harus segera ditangani oleh dokter. Jenis pengobatan yang akan diberikan berbeda-beda, bisa berupa obat-obatan, operasi, atau perawatan medis lainnya. Beberapa penanganan lanjutan meliputi sebagai berikut 1. Perawatan dengan bahan dasar air Tim medis yang menangani luka Anda akan memberikan terapi berbahan dasar air, seperti ultrasound mist therapy. Tujuannya adalah untuk membersihkan luka pada kulit. 2. Infus Anda mungkin juga memerlukan cairan infus untuk mencegah terjadinya dehidrasi dan gagal fungsi organ tubuh lainnya. 3. Obat painkiller dan penenang Luka bakar mungkin akan terasa sangat menyakitkan. Dokter akan memberikan obat-obatan painkiller dan penenang, seperti morfin. 4. Antibiotik untuk luka bakar Apabila ternyata Anda menunjukkan tanda-tanda mengalami infeksi pada luka, Anda memerlukan obat atau infus antibiotik. 5. Suntik tetanus Dokter juga akan merekomendasikan Anda untuk suntik tetanus setelah mengalami luka. 6. Alat bantu pernapasan Alat ini diberikan apabila luka bakar yang Anda derita terletak di leher atau wajah. Jika hal ini terjadi, kemungkinan tenggorokan Anda membengkak dan udara sulit masuk. 7. Selang untuk makanan Kerusakan jaringan kulit yang sangat parah mungkin akan menyebabkan penderitanya kesulitan makan. Dokter akan memasukkan selang agar memudahkan Anda memasukkan makanan melalui hidung. 8. Operasi cangkok kulit Prosedur ini dilakukan dengan cara mengambil bagian kulit Anda yang sehat untuk menggantikan bagian kulit yang telah rusak. Solusi lain adalah dengan menggunakan donor kulit dari jenazah. 9. Operasi plastik Operasi plastik atau rekonstruksi dapat memperbaiki tampilan luka. Selain itu, kelenturan sendi yang terkena luka juga akan jauh lebih membaik. Pengobatan luka bakar di rumah Di bawah ini adalah gaya hidup dan pengobatan rumah yang dapat membantu Anda mengatasi kondisi ini. Hindari mengoleskan mentega, minyak, atau odol pada kulit yang terbakar. Tidak boleh memberikan es atau air dingin langsung di bagian yang luka Jika kulit mulai melepuh, jangan menyentuh atau menekannya. Hal ini dapat menyebabkan atau kerusakan pada kulit Anda. Orang yang terkena luka akibat listrik harus pergi ke rumah sakit segera sehingga tidak akan mempengaruhi bagian atau organ-organ tubuh lain. Luka akibat zat kimia dapat diatasi dengan menyiramnya menggunakan air dingin. Lepaskan setiap pakaian atau perhiasan yang memiliki bahan kimia di dalamnya. Balut luka dengan kain kasa steril atau perban bersih. Ganti perban luka bakar secara rutin sesuai dengan derajat keparahannya. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda. - Tentu Anda menyadari bahwa setiap orang memiliki warna kulit yang berbeda. Terutama pada orang yang berlainan ras. Tapi pernahkah anda bertanya bagaimana perbedaan warna kulit ini terjadi? Apakah benar hanya karena gen?Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa pengkodean genetika dibalik pigmentasi pewarnaan kulit lebih rumit daripada yang diperkirakan sebelumnya. Penelitian ini juga menjelaskan bahwa warna kulit melibatkan sejumlah gen yang telah diketahui dan tidak diketahui, tergantung dari mana Anda berasal. Studi awal mengenai topik ini telah melihat warna kulit orang Eurasia dari garis lintang lebih tinggi. Kali ini, para peneliti fokus pada sekitar 400 individu dari populasi Khoesan di Afrika bagian selatan yang warna kulitnya lebih cerah dibandingkan orang Afrika khatulistiwa. Baca Juga Luka Bakar 95 Persen, Pria Ini Selamat karena Transplantasi Kulit Temuan ini menunjukkan bahwa ketika pigmentasi kulit hampir 100 persen dapat diwariskan, genetika yang terlibat akan semakin rumit. Apalagi jika Anda keturunan Afrika yang lebih dekat pada khatulistiwa. Tim peneliti yang berasal dari berbagai negara tersebut merasa hal ini perlu diselidiki lebih lanjut. "Afrika memiliki variabilitas fenotipik terbesar dalam warna kulit, namun belum mewakili skala yang lebih besar," kata Alicia Martin, salah satu peneliti dikutip dari Science Alert, Selasa 5/12/2017. "Ada beberapa gen yang diketahui berkontribusi pada pigmentasi kulit, namun pada umumnya masih banyak lagi gen baru yang belum ditemukan," imbuh peneliti dari the Broad Institute of MIT and Harvard in Massachusetts tersebut. Warna kulit umumnya dianggap sebagai produk pilihan terarah, di mana varian gen bergeser dalam satu arah. Jadi dari kulit berwarna lebih gelap hingga cerah berada di garis lintang lebih tinggi. Sedangkan kulit berwarna cerah hingga gelap di garis lintang lebih rendah. Ketika berusia lima tahun, putri Jeongmee Yoon hanya ingin menggunakan warna jambon. Yoon, seorang fotografer asal Korea Selatan, mengetahui bahwa preferensi anaknya itu juga dimiliki oleh banyak gadis kecil lainnya. Tetapi Yoon begitu penasaran dengan kecenderungaan yang tampaknya universal itu sehingga dia memulai “Pink and Blue Project,” rangkaian fotografi tanpa henti dari dua warna yang paling sering diasosiasikan dengan anak perempuan dan anak laki-laki di seluruh dunia. “Saya ingin mengetahui sampai sejauh mana anak-anak dan orangtua mereka, secara sadar ataupun tidak, dipengaruhi oleh iklan dan budaya populer,” kata Yoon. “Biru telah menjadi simbol kekuatan dan maskulinitas, sementara jambon melambangkan hal-hal yang manis dan femininitas.” Menurut Jo Paoletti profesor studi Amerika dari Universitas Maryland, menghubungkan gender dengan warna-warna ini adalah hal yang relatif baru. Pada abad ke-19, warna-warna pastel dianggap bergaya di sebagian besar Eropa dan Amerika Serikat, dan digunakan “untuk mencerahkan warna kulit, bukan untuk menyatakan gender,” katanya. Ia mengungkapkan pada awal abad ke-20, perbedaan gender dalam warna pakaian mulai muncul—dan pada 1940 warna jambon serta biru mulai mengakar kuat sebagai warna yang terkait gender dan terus begitu sampai hari ini. Ethan, usia lima tahun, mengenakan jubah Superman untuk foto tahun 2006 dalam kamar penuh warna biru di Queens, New York. Jeongmee Yoon via National Geographic Amerika Serikat telah memberikan kontribusi cukup signifikan terhadap fenomena “jambon untuk anak perempuan dan biru untuk anak laki-laki,” ungkap Paoletti. Itu dipicu oleh palet warna yang lazim dari boneka Barbie, film-film pahlawan super, dan bahan pokok lain dari masa kanak-kanak warga Amerika, katanya. Dan itu memiliki semacam kekuatan budaya ciri khas yang serupa dengan "ide-ide tradisional tentang jenis kelamin, gender, dan seksualitas." Sejak Yoon memulai "Pink dan Biru Project"-nya pada 2005, ia telah mengamati bahwa selera warna anak-anak sering berubah dengan bertambahnya usia mereka, biasanya sekitar kelas tiga atau empat. Misalnya, ketika Yoon memotret Maia kanan pada usia delapan tahun di rumahnya di Hempstead, New York, gadis itu mulai menjauh dari warna jambon dan tertarik pada warna-warna lain, termasuk ungu. PROMOTED CONTENT Video Pilihan Uploaded byNovita Budi Utami 0% found this document useful 0 votes3K views3 pagesOriginal Titlekode warna kulit manusia secara umumCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes3K views3 pagesKode Warna Kulit Manusia Secara UmumOriginal Titlekode warna kulit manusia secara umumUploaded byNovita Budi Utami Full descriptionJump to Page You are on page 1of 3Search inside document Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Bule vs. Asia, Dari Warna Hingga Struktur KulitBanyak warga di berbagai belahan dunia yang menganggap bahwa orang Asia, termasuk di Indonesia, tampak lebih awet muda. Tak heran bila perawatan kulit orang Asia sering dibanding-bandingkan dengan bule, alias orang kulit putih yang berasal dari Eropa. Lantas, apa yang membedakan antara bule vs. asia? Karakteristik kulit orang bule vs. asia Pada dasarnya, karakteristik kulit setiap orang berbeda-beda, tergantung bagaimana Anda merawat kulit. Bahkan, kesehatan kulit tersebut tidak hanya berasal dari diet yang dilakukan, melainkan juga karakteristik dan faktor genetik yang diperoleh. Hal ini ternyata juga berlaku ketika membedakan kesehatan kulit orang asia dengan bule. Guna memudahkan Anda, ada beberapa perbedaan karakteristik kulit diantara kedua etnis ini. 1. Warna kulit Seperti yang Anda ketahui, warna kulit orang Asia dengan bule tentu berbeda. Orang Asia, seperti Indonesia, cenderung berkulit sawo matang, sementara kulit bule, sesuai namanya, berwarna putih. Begini, warna kulit manusia memang dapat bervariasi, mulai dari sangat pucat ke sangat gelap. Ragam warna ini berasal dari jumlah dan jenis pigmen kulit melanin. Pigmen kulit ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu eumelanin dan pheomelanin. Keduanya dikendalikan oleh gen dan masing-masing bekerja sama menghasilkan warna kulit Anda. Beberapa orang mungkin memiliki kulit putih atau sangat pucat, seperti pada ras kaukasia. Pasalnya, mereka mempunyai lebih banyak pheomelanin, sehingga menghasilkan warna kulit yang terang. Sementara itu, banyak ras di Asia yang berkulit sawo matang karena jumlah eumelanin yang lebih banyak. Jadi, semakin banyak eumelanin di kulit, semakin gelap warna kulit Anda. Sedangkan, orang dengan pheomelanin lebih banyak akan memiliki kulit yang lebih pucat dan berbintik freckles. Alasan kulit gelap dianggap lebih sehat Meski banyak orang Asia yang ingin memiliki kulit putih layaknya bule, kenyataannya kulit yang lebih gelap dianggap menyehatkan. Hal ini dikarenakan semakin gelap kulit seseorang, seperti pada ras Afrika, lebih banyak melanin yang dimiliki di kulit mereka. Di lain sisi, melanin berperan penting dalam melindungi kulit akibat kerusakan dari paparan sinar matahari. Terlebih lagi, melanin pada kulit menunjukkan aktivitas antioksidan yang berkontribusi mencegah peningkatan stres oksidatif. Itu sebabnya, tak selamanya kulit putih menjadi salah satu ciri-ciri dari kulit sehat, tetapi bisa jadi kulit gelap yang dimiliki termasuk sehat. 2. Kandungan kolagen pada kulit Selain warna, kandungan kolagen kulit pada orang Asia dan bule ternyata juga memengaruhi proses penuaan diantara keduanya. Kulit orang Asia dilaporkan memiliki lapisan yang lebih tebal dan mengandung lebih banyak kolagen. Hal ini tentu membuat kulit mereka terasa lebih kenyal, bukan? Di lain sisi, kulit Kaukasia memang lebih kencang dengan dukungan kerangka yang lebih baik dari kulit Asia. Sayangnya, kandungan pigmen yang lebih tinggi membuat orang Asia menunjukkan tanda-tanda penuaan lebih lambat dibandingkan bule. 3. Ketebalan kulit Meski memiliki kandungan pigmen dan kolagen yang lebih banyak, kulit orang Asia lebih tipis dibandingkan para bule yang sering Anda lihat. Orang Asia memiliki stratum korneum yang tipis, yaitu lapisan terluar epidermis yang terdiri dari sel-sel mati. Sementara itu, stratum korneum merupakan penghalang kulit yang melindungi jaringan di bawahnya. Jadi, stratum korneum yang lebih tipis membuat seseorang lebih berisiko terhadap bekas luka, terutama bekas jerawat. Maka dari itu, Anda perlu berhati-hati ketika merawat lapisan kulit terluar mengingat ketebalannya yang cukup tipis hingga bisa menimbulkan bekas luka. 4. Kandungan minyak kulit Pada dasarnya, ada banyak hal yang memeranguhi kandungan minyak, alias sebum, pada kulit, baik dari dalam maupun dari luar. Bila dibandingkan dengan kaukasia, kulit orang Asia jauh lebih berminyak. Ada beberapa hal yang memengaruhi hal ini. Pertama, kulit orang Asia mengandung lebih banyak kelenjar sebaceous yang menghasilkan sebum. Hal ini memang membuat kulit kenyal dan halus. Namun, terlalu banyak minyak pada kulit tentu bisa membuat kulit berminyak dan rentan terhadap jerawat. Selain itu, kondisi ini dipengaruhi oleh kelembapan udara yang disebabkan oleh iklim. Alhasil, produksi kelenjar minyak pun meningkat dan memicu kulit berminyak. Meski begitu, baik orang Asia maupun bule sama-sama mempunyai beragam jenis kulit tergantung perawatan dan faktor genetik yang dimiliki setiap orang. Intinya, kulit setiap orang berbeda-beda, baik pada orang Asia maupun bule satu sama lainnya. Guna mendapatkan kulit yang sehat, kenali dahulu kondisi kulit Anda sendiri. Bila memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter kulit atau ahli dermatologi guna memahami solusi yang tepat.

kode warna kulit manusia